Sebelumnya, salam kenal buat ngbmulty.multiply.com
Salam Arsitek !
Arsitek Berpromosi telah pernah sy posting di blog multiply sy dan sy menemukan komentar menggelitik dari sdr. ngbmulty. Beliau menanyakan tentang kode etik arsitek berpromosi.
Dan ini merupakan jawaban dari sy yang tentu saja subjektif, karena sy akan menilainya dari realitas nyata kehidupan seorang arsitek.
Arsitek saat ini bukan profesi yang secara umum dibayar mahal.
Penghargaan dalam bentuk finansial (gaji) bg seorang arsitek masih kalah dengan upah harian seorang mandor.
Di Riau umumnya, upah mandor dalam harga satuannya berkisar antara Rp. 50.000 sd Rp.65.000 sedangkan seorang arsitek masih bisa dibayar Rp.30.000 perharinya.
Ini realitas !
Sy tidak pungkiri kalo meningkatkan upah harian seorang arsitek secara umum butuh perjuangan yang panjang, dan kita bersandar pada IAI selaku organisasi profesi untuk terus dapat memperjuangkan hak arsitek dalam peningkatan pendapatannya.
Pendapatan seorang arsitek terkait dengan nilai persentase bagi konsultan perencanaan dan pengawasan dalam komulatif biaya sebuah proyek (3% sd 5% dari nilai komulatif proyek)
Kita berbicara tentang hari ini.
Hari ini bagi arsitek, berkarya dan berjuang menghidupi diri dan keluarga adalah bagian tak terpisahkan. Jangan heran, totalitas berkarya seorang arsitek kadang direm bahkan ngadat karena mesti memikirkan bagaimana cara mengepulkan asap dapurnya.
Apa maksudnya ?
Apabila anda karyawan sebuah perusahaan konsultan atau konstruksi dihadapan anda telah ada sebuah project. Artinya, project memiliki deadline dan memiliki karakteristik untuk dipelajari, dipahami agar melahirkan karya yang bermutu kan ?.
Tapi, karena kebutuhan ekonomi keluarga juga mendesak...anda mencari tambahan penghasilan diluar pekerjaan anda sebagai karyawan. Hasilnya, bisa jadi karya anda tidak sesempurna ketika anda merasa aman dan nyaman secara finansial dalam sebuah perusahaan atau kalau anda arsitek freelance, anda nyaman dalam penerimaan presentase biaya disain/pengawasan dalam satu proyek.
Nah, ketika hal itu jamak kita lihat dilingkungan kita...kenapa tidak sekalian saja berfikir menjadikan otak,fikiran dan kreativitas kita adalah sebuah ruang usaha yang mesti dipromosikan untuk mendatangkan pelanggan yang banyak agar arus kas keuangan anda berputar maksimal.
Dan anggap saja, ketika banyak arsitek berpromosi masyarakat makin tahu tentang harga yang mesti dibayar untuk jasa arsitek.
Kalau nanti promosi malah menjadikan perang tarif ? itu berarti arsitek dengan tarif termurah lebih cocok menjadi seorang pedagang kue...dan kita berharap saja, arsitek" yang rela dibayar murah akan sadar tindakan tersebut telah melecehkan profesi arsitek.
Jangan sampai anda melakukannya !
Seperti dokter saja, toh mereka melakukan aktivitas promosi juga. Tidak secara pribadi tapi melalui institusi yang mengedepankan 'nilai' nama sang dokter.
Betulkan ?
Coba lihat, papan iklan balai pengobatan...ada nama dokternya kan !
Apakah terjadi perang tarif termurah dari para dokter tersebut ?
Kaya'nya tidak...malah tarif mereka semakin mahal saja.
Berfikir berpromosi ?
Sy rasa sah sah saja selama model promosi lebih pada penekanan keunikan profesi arsitek. Arsitek adalah profesi layanan konsultasi disain dan perancangan. Ada nilai" fikiran yang mesti dibayarkan pengguna jasa. Maka, ketika profesi anda unik berpromosilah dengan keunikan anda. Dan dari segala bentuk promosi yang efektif terletak pada eksistensi dan kemampuan anda...
Selamat berjuang !
Read More...